Bonifasius Nurak

Bonifasius Nurak, lahir di Riit,Flores, Maumere, Flores,NTT. SD,SMP Dan SMA di Yayasan Santo Gabriel Maumere. Kuliah Di Unika St. Thomas Medan Jurusan Filsafat ...

Selengkapnya
22411

22411

MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP)

MASIH LAGU LAMA........

Dari namanya saja dengan mudah kita paham apa hakikat dan tujuan terbentuknya MGMP. Musayawarah Guru Mata Pelajaran. Guru-guru berdiskusi, Bermusyawarah, saling memotivasi, saling berbagi informasi, atas apa yang diperoleh lewat lokakarya, seminar dan diklat. Dengan demikian profesionalisme dalam tugas akan meningkat.

Prinsipnya, dari guru, oleh guru dan untuk guru. Tahun-tahun terdahulu, MGMP ini diprakarsai oleh Guru dan mereka meminta pengesahan dari Dinas terkait agar bisa berjalan program-program kerja. Tentu yang paling utama adalah dukungan dana dari pemerintah melalui dinas terkait. Dalam perjalanannya, ada banyak terkandala, mulai dari kesiapan para guru itu sendiri dalam memberi waktu, jarak yang terlalu jauh, dan tentu yang paling utama sekali lagi yakni biaya-biaya. Lama-lama tak bergaung dan hilang di permukaan.

Beberapa tahun terakhir ini, mekanisme terbentuknya MGMP ini berbeda. “Top - down” dari atas ke bawah. Artinya, Dinas Pendidikan Daerah melakukan pendataan dan membagi beberapa wilayah sesuai dengan jurusannya masing-masing, diangkat para pengurus, Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota. Atas dasar apa dan bagaimana proses penentuan pengurus MGMP ini saya pun tidak tahu. Yang jelas setiap guru menerima SK MGMP.

Lalu bagaimana eksistensinya??? Program dari Dinas Pendidikan Daerah dan Pusat pasti ada, saya yakin itu. Namun kenyataannya kami masih menunggu dan menunggu (wait and see). Seingat saya baru satu kali ada kegiatan, itupun hanya menyusun soal USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) dan itupun hanya 3 orang, saya termasuk di dalamnya. Artinya teman-teman pada bertanya, MGMP yang dibentuk oleh Dinas itu Apa programnya?

Sehubungan dengan itu saya memberikan beberapa usul:

1. Meminta para bapak dan ibu Pemerhati Pendidikan agar melibatkan dalam program kerjanya hal-hal yang menyangkut guru dan siswa, karena akar permasalahan di lapangan para gurulah yang tahu.

2. Pengurus inti MGMP (Ketua,Sekretaris,Bendahara) di beri breefing (semacam penjelasan, sosialisasi, pengarahan tentang apa dan bagaiman program kedepan)

3. Para ketua MGMP di beri kesempatan untuk mengadakan pelatihan khusus agar bisa disebarkaluaskan kepada anggota

4. Ketika ada peluang pengiriman pelatihan/ seminar/lokarya, yang diselenggraakan dinas Propinsi atau Pusat, sebaiknya Ketua MGMP diberi prioritas. Hal ini penting agar para ketua mempunyai modal dan lebih PD berbicara di depan anggotanya.

Bila program kerja semakin jelas dan semangat pengurus dan anggota sudah mulai terbangun, maka MGMP makin bergaung. Kalau tidak kita kembali ke lagu lama............

· Penulis : Bonifasius Nurak Silalahi,S.Pd,

Ketua MGMP Wilayah I Tapanuli Utara

Jurusan Bahasa Inggris

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali